PENDAHULUAN
A.. Latar Belakang Masalah
Minyak bumi dan gas alam terbentuk dari sisa tumbuhan dan hewan kecil atau jasad renik yang hidup di laut berjuta-juta tahun yang lalu.Pada waktu hewan atau tumbuhan tersebut mati, mereka tenggelam ke dasar laut dan tertutup lapisan lumpur dan pasir selama berjuta-juta tahun juga yang kemudian berubah menjadi batuan sedimen kemudian setelah itu terbentuklah minyak bumi.
Tanda-tanda adanya perangkap minyak ditentukan dengan pengukuran perubahan sifat magnet atau perubahan gaya tarik bumi.Kemudian oleh para ahli dipasangkan peledak untuk mengetahui mengirimkan gelombang penngejut ke bawah dan menembus bebatuan tersebut.Jika memungkinkan,maka dilakukan uji pengeboran untuk mengetahui apaikah benar-benar ada minyak di dalamnya.
B. Rumusan Masalah
1. Komposisi minyak bumi
2. Proses pengolahan minyak bumi
3. Dampak pembakaran bahan bakar bagi kehidupan
4. Kegunaan hidrokarbon bagi kehidupan
5. Daerah-daerah penggilangan minyak bumi
BAB II
PEMBAHASAN
A. KOMPOSISI MINYAK BUMI
Minyak bumi merupakan campuran senyawa yang kompleks,namun yang mendominan ialah senyawa hidrokarbon.Kompenen-komponen minyak bumi tersebut berupa
1. Golongan Alkana
Golongan alkana yang tidak bercabang terbanyak yang terdapat pada minyak bumi adalah n-oktana,sedangkan alkana bercabang terbanyak ialah isooktana (2,2,4-trimetilpentana)
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2– CH3
n-oktana
CH3
CH3 isooktana (2,2,4-trimetilpentana)
2.Golongan Sikloalkana
Sikloalkana yang terdapat pada minyak bumi adalah siklopentana dan sikloheksan,yang digambarkan sebagai berikut
CH2 - CH2 CH2 - CH2
/ \ / \
CH2 CH2 CH2 CH2
\ / \ /
CH2 CH2 - CH2
Siklopentana Sikloheksana
3.Golongan Hidrokarbon Aromatik
Senyawa hidrokarbon aromatic paling sederhana yang terdapat dalam minyak bumi adalah benzena dan metilbenzena dengan rumus struktur sebagai berikut
CH2 = CH2 CH2 - CH2
/ \ // \\
CH2 CH2 CH2 C – CH3
\\ // \ /
CH2 - CH2 CH2 = CH2
Benzena Metilbenzena
4. Senyawa lainnya
Pada umumnya minyak bumi terdiri atas (dapat dilihat pada table 1.1)
Tabel 1.1 (dalam % massa)
Unsur | Minyak mentah | Aspal | Gas Bumi |
Karbon (C) | 82 – 87 | 80 – 85 | 65 – 80 |
Hidrogen (H) | 11 - 14 | 8.5 – 11 | 1 – 25 |
Belerang (S) | 0.0 – 5.5 | 2 – 8 | 0 – 0.2 |
Nitrigen (N) | 0.1 – 4 | 0 – 2 | 1 -15 |
Oksigen (O) | 0.1 – 4.5 | - | - |
B. PROSES PENGOLAHAN MINYAK BUMI
Pada prinsipnya pengolahan minyak bumi dilakukan dengan dua cara,yaitu desalting dan ditilasi
1. Desalting
Proses desalting merupakan proses penghilangan garam yang dilakukan dengan cara mencampurkan minyak mentah dengan air,tujuannya adalah untuk melarutkan zat-zat mineral yang larut dalam air.
Pada proses ini juga ditambahkan asam dan basa dengan tujuan untuk menghilangkan senyawa-senyawa selain hidrokarbon.Setelah melalui proses desalting,maka selanjutnya minyak akan manjalani proses distilasi
2.Distilasi
Minyak mentah yang telah melalui proses desalting kemudian diolah lebih lanjut dengan proses distilasi bertingkat, yaitu cara untuk memisahkan komponen-komponen penyususn minyak bumi melalui kolom-kolom berfraksi dengan pelat-pelat dan sejumlah sungkup gelembung udara.
Dalam kolom fraksinasi,minyak mentah yang panas mengalami pemisahan dan masing-masing menyesuaikan diri sesuai fisiknya.Fraksi yang ringan akan ke atas dan fraksi yang berat akan ke bawah. Untuk lebih sempurna dan memenuhi syarat perdagangan,di samping kolom fraksinasi utama dibantu pula dengan kolom stripping yang fungsinya identik.Susunan utama hidrokarbon dalam berbagai fraksi distalasi minyak bumi ditunjukkan oleh table 2.1
Tabel 2.1 Susunan Utama Hidrokarbon pada Minyak Bumi
Fraksi Distilasi | Titik Didih (0C) | Kisaran Atom C | % Volume | ||||
n-alkana | Alkana bercabang | Siklo- alkana | Aromatik | residu | |||
Gas | < 25 | C1 – C4 | - | - | - | - | - |
Bensin | 25-200 | C5 – C10 | 38 | 20 | 43 | 9 | - |
Kerosin | 200-250 | C11 – C13 | 23 | 15 | 43 | 19 | - |
Solar | 250-300 | C14 – C17 | 22 | 9 | 48 | 51 | - |
Minyak pelumas | 300-400 | C18 – C36 | 16 | 6 | 52 | 54 | - |
Residu | 400-500 | C36 – C60 | 13 | 1 | 51 | 27 | 8 |
Masing-masing fraksi minyak bumi yang telah dipisahkan satu sama lain segera mengalami desulfurisasi (penghilangan belerang). Minyak bumi yang berkadar belerang tinggi jika dibakar akan menghasilkan gas SO2, yang dapat mencemarkan udara.Hasil fraksionasi minyak bumi dapat dilihat pada tabel 2.2
Tabel 2.2 Hasil fraksi minyak bumi dan kegunaannya
Unsur | Kisaran atom C | Titk didih (oC) | Kegunaan |
Gas | C1 – C4 | < 25 oC | Gas LPG |
Gasolin/bensin | C4 – C12 | 20-200 oC | BBM |
Kerosin | C10 – C14 | 174-275 oC | Bahan bakar kompor |
Minyak diesel | C14 – C19 | 200-400 oC | Bahan bakar disel/solar |
Minyak mineral | C19 – C35 | 350 oC | Minyak pelumas/oli |
Minyak bakar | > 20 | > 400 oC | Bahan bakar kapal laut |
Parafin | > 35 | Padat | Lilin |
Bitumen | > 35 | Padat | Aspal jalan,atap rumah |
Fraksi-fraksi yang didapatkan setelah proses distilasi selanjutnya diolah lebih lanjut dengan proses
o Reforming, suatu cara pengubahan bentuk,yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang.Proses ini digunakan untuk meningkatkan mutu bensin
o Polimerisasi, suatu cara penggabungan momomer (molekul-molekul sederhana) menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks
o Treating. proses penghilangan kotoran pada minyak bumi
o Blending, proses penambahan zat aditif
C. DAMPAK PEMBAKARAN BAHAN BAKAR BAGI KEHIDUPAN
Salah satu dampak pembakaran bahan bakar yang berlebihan adalah pencemaran udara. Pencemaran udara atau polusi udara adalah masuknya zat-zat asing ke udara atau meningkatnya konsentrasi salah satu komponen udara dalam jumlah maupun waktu tertentu yang secara karekteristik mengubah susunan udara normal sehingga menimbulkan gangguan-gangguan bagi kehidupan maupun benda-benda lain. Zat-zat hasil pembakaran yang menimbulkan pencemaran udara antara lain :
1. Partikulat
Pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor dan industri(asap pabrik) dapat menghasilkan partikulat karbon dan gas karbon monoksida Partikulat-partikulat karbon seringkali mendorong tumbuhnya kaker.Jika partikulat tersebut terlalu banyak maka dapat mempengaruhi jumlah radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi.Ini terjadi karena hamburan dan absorbsi cahaya oleh partikulat.Salah satu akibatnya adalah mengurangnya daya penglihatan yang sangat membahayakan pilot pesawat terbang.
2. Karbon Monoksida (CO)
Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berbau, tidak berwarna,tidak berasa dan sangat beracun.Akibat gas CO bagi manusia sama dengan akibat kekurangan oksigen.Adanya gas CO sangat mengganggu kerja hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah.Jika di dalam tubuh terdapat lebih banyak gas CO maka hemaglobin tidak mengikat oksigen tetapi mengikat gas CO karena daya ikat Hb terhadap CO lebih besar.Reaksi yang dihasilkan adalah
3. Karbon Dioksida (CO2 )
Keberadaan CO2 di udara yang berlebihan memang tidak berakibat langsung pada manusia.Akan tetapi berlebihnya CO2 menyebabkan sinar inframerah dari matahari diserap oleh bumi dan benda-benda di sekitarnya.Berlebihnya gas CO2 di atmosfer menyebabkan meningkatnya suhu udara di bumi.Sehingga udara di bumi semakin panas, hal ini sering disebut dengan green house effect/ efek rumah kaca.
4. Oksidasi Belerang (SO2 dan SO3)
SO2 dihasilkan dari oksidasi atau pembakaran belerang yang terlarut dalam bahan bakar minyak bumiserta dari pembakaran belerang yang terkandung dalam bijih logam.Sedangkan gas SO3 merupakan gas yang reaktif.Di atmosfer,cenderung bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat (H2SO4) yang bersifat korosif,jika asam tersebut turun ke bumi bersama air hujan maka akan terjadi hujan asam.
5. Oksidasi Nitrogen (NO dan NO3)
Keberadaan gas NO diudara disebabkan karena gas nitrogen ikut terbakar bersama dengan oksigen yang terjadi pada suhu yang tinggi. Sementara gas NO2 merupakan gas beracun,berwarna merah kecoklatan, dan berbau seperti asam nitrat yang sangat menyengat dan merangsang. Gas ini dapat menyebabkan terjadinya kanker.Jika menghirup gas ini dalam kadar 20 ppm akan dapat menyebabkan kematian.
6. Dampak Pengangkutan Minyak Bumi
Pengangkutan minyak bumi antarnegara maupun antarpulau dengan kapal laut dapat menyebabkan pencemaran air. Pencemaran minyak pada air laut dapat memetikan kehidupan yang ada di laut terutama berbagai jenis ikan.
D. Kegunaan Hidrokarbon delam Kehidupan Sehari-hari
Senyawa karbon biasa digunakan untuk :
1. Metana atau Gas Rawa/Paya (CH4)
2. Etena atau Etilena (CH2=CH2)
3. Propana (C3H8)
4.Benzena
5. Minyak tanah (Kerosin)
6. Solar
7. Lilin/Parafin
8. Hidrokarbon Terhalogenasi (Hidrokarbon yang mengandung Halogen )
9. Hidrokarbon untuk Polimer
D. Daerah-Daerah Penggilangan Minyak Bumi di Indonesia
Berdasarkan data yang didapat dari Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Patra di TMII Jakarta,lapangan produksi minyak bumi dan gas bumi di Indonesia berjumlah 51 tempat, antara lain di Minas (sumur Minas merupakan lapangan minyak yang terbesar di Asia Tenggara),kilang minyak Wonokromo (kilang minyak yang pertama di Indonesia,kilang minyak Plaju,kilang minyak Cepu, kilang minyak Sungai Gerong,kilang minyak Tarakan, kilang minyak Pangkalan Brandan,kilang minyak Dumai,kilang minyak Balongan,dan lain sebagainya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil makalah yang telah saya buat maka dapat disimpulkan bahwa minyak bumi merupakan salah satu sumber daya alam yang sulit untuk diperbaharui,sebab setetes minyak bumi saja hanya dapat diperoleh dengan menunggu selama berjuta-juta tahun karena menungu hewan ataupun jasad rebik diendapkan dan membentuk senyawa yang dapat menghasilkan minyak bumi.
Saran
Saya menyadari adanya kekurangan yang terdapat pada makalah ini,maka dari itu saya mengharapkan saran untuk dapat memperbaiki makalah in.
DAFTAR PUSTAKA
Sentot Budi Raharjo.2008.Kimia berbasis Eksperimen 1. Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Poppy K Devi,dkk.2007. Kimia 1.Bandung : PT Remaja Rosdajarya
Budi Utama.2007.Kimia.Surakarta : CV Haka Mj
Tidak ada komentar:
Posting Komentar